Selasa, 28 Agustus 2012
Review Jurnal
Penulis : Ida Bagus Putu Arnyana
Universitas Pendidikan Ganesha
Tahun : Mei 2007
Judul : Pengembangan Profesionalisme Guru Biologi Di Era Global
Jurnal : Jurnal Pendidikan dan Pengajaran UNDIKSHA
Halaman : 472-486
Tinjauan Teori :
Pada jurnal ini penulis memaparkan bagaimana seorang guru mengajar di era global. Menurut pemaparan penulis, globalisasi merupakan era yang dapat dipandang sebagai menyempitnya dunia dan intensifkasi kesadaran bahwa dunia dipandang sebagai suatu keseluruhan, era ini ditandai dengan perkembangan yang pesat di bidang teknologi informasi sehingga batas-batas antarnegara menjadi tidak jelas lagi. Era global sangat mempengaruhi perkembangan pendidikan. Permasalahan yang dihadapi adalah bagaimana memanfaatkan global untuk memajukan aspek pendidikan ini. Oleh karena itu, untuk melaksanakan proses pendidikan dalam era global ini, diperlukan guru yang profesional. Menurut UU No. 14 Tahun 2005 , guru profesional di Indonesia ditandai dengan :
ü memiliki bakat, minat, panggilan jiwa, dan idealisme
ü memiliki komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan, keimanan, ketaqwaan, dan akhlak mulia
ü memiliki kualifikasi akademik, profesi, dan latar belakang pendidikan sesuai dengan bidang tugas
ü memiliki kompetensi yang diperlukan sesuai dengan bidang tugas
ü memiliki tanggung jawab atas pelaksanaan tugas keprofesionalan
ü memperoleh penghasilan yang ditentukan sesuai dengan prestasi kerja sehingga guru menjadi bangga akan profesi yang digelutinya
ü memiliki kesempatan untuk mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan belajar sepanjang hayat (long life learning).
Terkait dengan kompetensi, guru diharapkan memiliki 4 kompetensi yaitu: kompetensi pedagogik, keperibadian, profesional, dan sosial (UU No. 20/2003; PP No. 19/2005).
Mengadaptasi pendapat Trilling and Hood, (1999), Galbreath (1999) mengemukakan bahwa untuk sukses sebagai tenaga kerja pada abad pengetahuan (abad 21), guru harus memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaborasi, memahami berbagai budaya, komunikasi, menguasai e-learning, dan mampu mengendalikan diri sendiri untuk belajar sepanjang hayat.
Selain itu, penulis juga memaparkan upaya yang dilakukan untuk meningkatkan profesionalisme guru, yaitu sebagai berikut:
ü Meningkatkan mutu lulusan dengan selalu menyesuaikan kurikulum (menentukan standar, struktur, dan isi) sehingga sesuai dengan tuntutan pasar (stakeholders), kebutuhan profesional dengan tidak meninggalkan identitas daerah dan nasional. Setiap matakuliah menentukan isi perkuliahan yang disesuaikan dengan perkembangan biologi dan teknologi.
ü Meningkatkan kemampuan berkomunikasi lulusan, dengan meningkatkan kemampuan berbahasa (bahasa dunia yang salah satunya bahasa Inggris) sehingga dapat berkomunikasi dengan sesama guru biologi di dunia internasional.
ü Meningkatkan kualitas proses perkuliahan sesuai dengan tuntutan global yang didukung teknologi informasi dalam suasana akademik (academic atmosphere) yang kondusif. Yang dimaksud dengan suasana akademik adalah suasana yang tercipta didasarkan pada etik, etika, moral dan tanggung jawab. Terciptanya suasana akademik yang kondusif akan melatih sikap mahasiswa menjadi baik dan punya tanggung jawab.
ü Meningkatkan sarana dan prasrana (termasuk media pembelajaran) yang mendukung proses perkuliahan sesuai tuntutan dunia global.
ü Meningkatkan kualitas dosen dengan mendorong para dosen untuk selalu melakukan penelitian, mengikuti perkembangan IPTEK baik secaca mandiri maupun mengikuti pendidikan (degree maupun non-degree training).
ü Meningkatkan kualitas penilaian sehingga, produk LPTK menunjukkan kualitas yang sesuai dengan tuntutan era global.
ü Meningkatkan kualitas pengelolaan pendidikan di LPTK sehingga tercipta iklim kerja yang sehat dan kondusif yang mendorong terjadinya kolaborasi yang baik dalam meningkatkan pelaksanaan pendidikan di kampus.
ü Mengupayakan sumber dana yang memadai sehingga semua kebutuhan dalam melaksanakan proses pendidikan berjalan dengan baik.
ü Menyediakan layanan konsultasi bagi mahasiswa termasuk guru dalam meningkatkan profesionalisme di lapangan.
ü Memberikan kompetensi vocasional tambahan yang dapat mendukung profesinya sebagai guru biologi.
ü Menerapkan sistem penjaminan mutu pelaksanaan pendidikan di kampus, termasuk penjaminan mutu lulusannya sehingga mampu bersaing di pasar global.
ü Meningkatkan IMTAQ mahasiswa sehingga mahasiswa (guru) selalu berpikir, berkata, dan berbuat yang benar sesuai ajaran agama yang dianutnya.
Metode : Penulis menggunakan metode analisis dalam memaparkan pembahasannya, dimana mencantumkan penjelasan dari UU pada tiap pemaparan dan pembahasan.
Subjek : Pada jurnal ini, penulis mengulas kinerja guru dalam menanggapi kemajuan teknologi di era globalisasi serta kinerja LPTK dalam meningkatkan mutu lulusannya.
Hasil : Adapun hasil pembahasan pada jurnal ini yaitu seorang guru dapat dikatakan professional jika memiliki kemampuan yang tinggi (high level of abstract) dan motivasi kerja yang tinggi (high level of commitment) serta memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaborasi, memahami berbagai budaya, komunikasi, menguasai e-learning, dan mampu mengendalikan diri sendiri untuk belajar sepanjang hayat.
Kesimpulan : Di era global ini sangat diharapkan guru-guru yang mampu menjalankan tugasnya dengan mengikuti perkembangan jaman, berpikir kritis serta kreatif dan inovatif dalam tiap pembelajaran biologi yang tidak melanggar norma-norma yang berlaku. Begitu juga dengan LPTK yang harus terus meningkatkan mutu lulusannya agar dapat menjalankan dan meningkatkan kualitas pendidikan kedepannya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar